Penantian Panjang


Bertahunku menunggu dengan bimbang
Berjudi dengan hati, bermain dengan peluang
Ketika hati yang menanti resah tak terbilang
Rasa yang dulu menggunung kian menghilang
Rasa enggan untuk menunggu kian mengekang
Lelah menanti cinta yang tak berkembang
Letih menanti surat balasan yang tak kunjung datang
Namun ketika surat balasan itu akhirnya melenggang
Isi suratnya tak seperti yang kutuang
Tak pernah kusangka, cintaku sia sia setelah penantian panjang
Namun biarlah surat itu menjadi serpihan kertas yang usang
Tanpa harus menjadi hantu yang membayang
Drama biru itu telah usai, tak ada lagi kata sayang


-blaue rosen(10-03-14)-


-

Yang Tak Teduga


Lubang di dalam hatinya kian mengiris
Melahap rakus semua tawanya, tanpa tersisa
Tak ada lagi senyuman yang terkembang manis
Tak ada lagi canda tawa penuh warna
Yang ada hanyalah isakan tangis
Yang ada hanyalah masam yang menyelimuti wajahnya
Yang mengubah kehidupannya menjadi tragis
Tanpa disangka, tanpa terduga
Cinta telah mengoyaknya dengan bengis

-blaue rosen(02.03.14)-

Jenuh


Ia membiarkan darah mengalir keluar dari nadinya
Tak sedikitpun menyesal setelah merobek kisahnya
Ia jenuh, jenuh akan kehidupan yang perlahan membunuhnya
Ia senang, sebentar lagi kejenuhan itu akan sirna
Tak ada lagi pedihnya luka
Tak ada lagi manisnya cinta
Namun ketika nyawa diujung kepala
Tanya melintas dibenaknya
"Dimanakah ku kan berada?
Apakah surga? atau neraka."

-blaue rosen(02.03.14)-