Untitled

Kenapa wanita diciptakan untuk terlalu peka terhadap perasaan yang datang kepadanya? Padahal perasaan itu belum tentu benar adanya. Bisa saja itu semua hanya fiktif belaka. Tapi apa daya kalau sudah terlanjur cinta? Bagaimana kalau 'dia' datang hanya untuk singgah semata? bukan untuk menetap dan melukis coretan indah di hatinya.

Kecewa, wanita itu akan merasakan kepahitan yang luar biasa. Rasa pahit yang pekat, mengalahkan lautan belangga. Tapi apa yang bisa dibuat oleh seorang wanita yang tak berdaya? Wanita yang terlena oleh indahnya buaian cinta. Terhipnotis dengan sihir yang dimainkan oleh sang pemberi mantra. Sehingga ia lupa, bahwa ia masih hidup di dunia, dan bukan di surga.

Kini, apa yang terjadi ketika mantra itu tak lagi bekerja? Wanita itu akan tersadar dari lamunannya. Sadar bahwa sesungguhnya kenyataan hidup tidak seperti di surga. Sadar bahwa alur hidup ini jauh lebih kejam dan tak kenal ampun pada korbannya. Dan apa yang terjadi dengan ukiran yang sudah terpahat di hatinya? Ukiran itu tak bisa hilang begitu saja. Sampai kapanpun akan membekas dan tak mau hilang dari tempatnya.

No comments:

Post a Comment