Ia membiarkan darah mengalir keluar dari nadinya
Tak sedikitpun menyesal setelah merobek kisahnya
Ia jenuh, jenuh akan kehidupan yang perlahan membunuhnya
Ia senang, sebentar lagi kejenuhan itu akan sirna
Tak ada lagi pedihnya luka
Tak ada lagi manisnya cinta
Namun ketika nyawa diujung kepala
Tanya melintas dibenaknya
"Dimanakah ku kan berada?
Apakah surga? atau neraka."
-blaue rosen(02.03.14)-
No comments:
Post a Comment